Wednesday, June 15, 2016

Transition pathways for achieving bioenergy target

Bioenergy workshop in Bali
The European Commission research programs in partnership with Udayana University and the Indonesia Climate Change Trust Fund recently conducted an international workshop in Bali to discuss a wide range of issues related to bioenergy.

The workshop on sustainability and bioenergy provided an opportunity to analyze the sustainable business and climate resilience of low-carbon transition pathways comprising bioenergy made from crop waste and residue.

The topic remains relevant with the government’s program to boost exports of its agriculture-based products from the processed food and beverage industries in Indonesia. The government plans to develop up to 400,000 hectares of new fruit plantations across the country in the next few years in an attempt to improve both the quantity and quality of local fruit production, to boost exports and survive amid competition against imported products. This plan promotes an energy-agriculture nexus particularly in bioenergy pathways in Indonesia, as fruit waste can also be used to produce biofuel.

Monday, May 30, 2016

Mitra bina lingkungan


Pertanian di Jembrana, Bali
Saat ini saya bekerja sebagai seorang peneliti dan konsultan di bidang lingkungan dan green economy. Beberapa project yang saya terlibat adalah pendanaan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim terkait pengembangan bisnis kakao dan bioenergi. Beberapa waktu lalu, salah satu tugas dari project tersebut adalah harus menemukan mitra untuk pendanaan project di atas, salah satu opsi terbaik yang muncul adalah microfinance dan CSR (Corporate Social Responsibility).
Akhirnya pilihan kita sampai pada BNI sebagai partner potensial dikarenakan kemudahan persyaratan, tingkat bunga yang lebih bersahabat dan jaminan dari pemerintah. Sebagai sebuah bank milik negara, BNI menjadi sumber pendanaan yang penting bagi program iklim. Dengan banyak cabang tersebar di seluruh Indonesia, BNI bisa membantu pemerintah saat ini yang tengah mengimplementasikan rencana aksi nasional adaptasi perubahan iklim (RAN-API) dan penurunan emisi gas rumah kaca (RAN-GRK). BNI menyediakan berbagai skema yang potensial mendukung aksi iklim mulai dari skala kecil hingga besar, juga untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Kredit yang disediakan dapat diakses oleh individual dan grup kolektif.

Friday, May 27, 2016

Menyikapi Skeptisisme Perubahan Iklim

Kekeringan di Jembrana, Bali

Beberapa waktu lalu saya membaca dua tulisan di sebuah media dengan judul “Apakah perubahan iklim benar-benar terjadi?” dan “Mitos Perubahan Iklim”. Hal ini menambah runyam skeptisisme terhadap perubahan iklim dan membuat saya terpanggil untuk menanggapi dan melengkapi diskursus tersebut.
Tulisan pertama mencoba menghadirkan sejumlah penelitian terkait perubahan iklim dan menyimpulkan bahwa perubahan iklim adalah siklus normal bagi bumi. “Tak Perlu Histeris, tidak perlu menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan terhadap perubahan iklim. Kita tidak bisa mencegah terjadinya perubahan iklim. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan itu. Ada ribuan probabilitas mengapa Tuhan menurunkan bencana pada suatu daerah. Ke semuanya bergantung pada individu yang mendiami daerah itu”, argumen ini menutup ulasan tulisan pertama.

Building the energy-agriculture nexus

Agriculture potential for energy resource

The Center of Excellence ( CoE ) was launched at the Bali Clean Energy Forum ( BCEF ) February. The CoE was established to facilitate with the integration of research and development, investment and deployment of clean energy and related technologies. CoE initiatives are planned to be developed all over Indonesia.

Beyond energy demand, Indonesia needs to address domestic and global challenges on renewable energy and climate change. The CoE links global targets to domestic priorities. The focus is on well deļ¬ned and broadly endorsed national priorities. The CoE wants to strengthen national capacity and create enabling environments. However, one important aspect is missing in the CoE mission stated at the BCEF, and that is about building the energy-agriculture nexus.