Sunday, April 13, 2014

Indonesia, Ukraina, dan Shevcenko


Orang-orang tak dikenal menyerang wartawan, mengacungkan senjata, dan merebut kamera. Saluran televisi lokal diblokir dan salurannya berganti siaran. Manajer hotel tempat wartawan menginap pun meminta penghentian siaran.

Hal itulah yang terjadi beberapa waktu lalu di Crimea, Ukraina. Wilayah ini berada di semenanjung Laut Hitam dan menjadi jantung konflik antara Moskwa di Rusia, Kiev di Ukraina, dan negara-negara ‘barat’ pengintai lainnya.

Wednesday, April 2, 2014

Anakku Bukan Anakku


“Pagi itu, sekumpulan perempuan – dari muda hingga paruh baya - sibuk melakukan kegiatan pengasuhan, memberikan susu pada si kecil yang lucu, memandikan, lalu membawa mereka ke sekolah untuk bermain”.
Pemandangan inilah yang terjadi di semua pagi di pusat karantina dan rehabilitasi orangutan. Si kecil yang lucu di atas ialah para bayi dan anak-anak orangutan, dan sekolah itu adalah hutan terdekat dengan lokasi karantina. Lalu siapa sekumpulan perempuan itu?. Mereka adalah para pengasuh yang merawat anak-anak orangutan seperti anak-anak mereka sendiri.

Mereka mengganti popok, memandikan, menyuapi makanan, dan bermain bersama mereka sepanjang hari. "Yang kecil, kalau tidur ditemani. Kayak anak sendiri lah," kata Duwi (20), yang sudah menjadi pengasuh orangutan selama tiga tahun. Dia sedang menggendong anak orangutan bernama Hans dan Douglas sementara orangutan bernama Purbo bergelayut di kaki kanannya.

Sunday, March 9, 2014

Lepas-Liar

Proses Pelepasliaran Orangutan

“Terima kasih BOS, mengajarkan dan kini memberikan kami kebebasan itu..”

Mungkin itulah terjemahan dari lenguhan para orangutan itu setelah mereka lepas dari kandang-kandangnya ke Hutan Lindung Bukit Batikap Kalimantan yang liar itu.

Pelepasliaran orangutan keseratus dilakukan oleh BOS NM (Borneo Orangutan Survival - Nyaru Menteng) beberapa waktu yang lalu. BOS NM kembali melepasliarkan 20 orangutan, melanjutkan usaha mereka sejak awal tahun 2012 yang telah melepasliarkan 99 orangutan ke tempat yang sama. Dengan dilepasliarkannya 20 orangutan kali ini, BOS NM merayakan pelepasliaran orangutan ke-100-nya.

Kegiatan pelepasliaran orangutan ini masih merupakan upaya perwujudan target yang tercantum pada Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017 yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim di Bali, 2007, di mana dinyatakan bahwa seluruh orangutan yang ada di pusat rehabilitasi harus telah dilepasliarkan paling lambat pada tahun 2015.

Lalu apa sebenarnya tujuan dari Pelepasliaran ini ?. Melepas dan meliarkan mereka?.