Sunday, September 7, 2014

Stigma Racun


“BBM langka, mungkin Jokowi dendam pada kita karena suaranya kecil disini. Baru awal saja sudah begini, apalagi nanti, kita akan sengsara. Rasakan saja oleh rakyat itu, yang memilih Jokowi, kita akan celaka dipimpin oleh dia”.

Begitulah kutipan dari percakapan beberapa orang penumpang di sebuah transportasi umum di Sumatera Barat (Sumbar), Provinsi yang memenangkan Prabowo-Hatta dengan persentase tertinggi. Tak hanya itu, di antrian panjang pemburu BBM di SPBU, warung-warung kopi, dan berbagai tempat lain di Provinsi itu, terdengar juga nada-nada seirama ; menyudutkan Jokowi, dalam merespon berbagai kondisi yang terjadi di sekitar mereka.

Kutipan di atas menggambarkan bagaimana pernyataan tersebut sangat kering informasi. Mereka menyalahkan Jokowi terkait masalah kelangkaan BBM, padahal pada waktu tersebut Presiden Indonesia masih SBY. Sinisme terhadap pemerintah terpilih yang menjadi obrolan dari warung kopi hingga restoran elit para kelas menengah ke atas. Bahkan seorang siswa sekolah menengah di Sumbar sampai membuat pernyataan, “saya tidak rela foto dia (Jokowi) dipajang di depan kelas kita”, ucapnya pada teman sekelasnya.

Tuesday, July 8, 2014

Bangkai Capres


Fitnah lebih kejam dari pembunuhan!. Ngebongkar aib sodara sendiri sama kayak makan bangkainya, bangke bro! –Kutipan Keyakinan

Bulan puasa ni bro, dari sebelum masuk bulannya kita ude saling mohon maaf lahir batin. Sebagai sodara, gw cuma mau saling ingetin, cukup ya plis ngebunuh-bunuhnya. Udah lo bunuh, bangke-nya lo makan lagi.

Lo fitnah-fitnahin capres lawan masing-masing, lo acak-acak aib doi. Entah itu aib beneran apa bukan, waallahualam. Yang pasti doi udah kerja jelas dan nyata jasanya. Parah banget lo masi aja ngebully. Yang terang-terangan dosanya dan ga jelas kerjanya malah lo bela. Ga paham lagi gw bro ama lo pada.

Tuesday, June 10, 2014

#thankSBY


Laporan Bappenas tentang MDGs di era SBY
by ibnubudiman

Chirpstories